Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Gagal Install Hortonworks Data Platform di Debian Wheezy

Menggunakan perangkat paling mutakhir dari pengembang distribusi belum tentu membuat perangkat berfungsi. Dalam mengembangkan sebuah paket aplikasi perlu dilihat pembuatan paket oleh vendor belum tentu menggunakan paket-paket yang telah diperbaharui oleh pengembang sistem operasi.

Baru saja saya mengalami kegagalan saat instalasi Hortonworks Data Platform versi 2.4.2.0 di Debian Wheezy. Kegagalan instalasi disebabkan adanya dependency hell, paket yang terinstal lebih baru dari pada yang dibutuhkan, sedangkan dalam pemaketan dipakai tanda “=” (sama dengan) dalam dependency versi.

Kesimpulan saya sementara adalah:

  • Gunakan ISO CD Debian Wheezy 7.0 sebagai media saat instalasi; dan
  • Repository tanpa wheezy-updates dan wheezy/updates (debian-security).

Semoga saja benar tebakan saya.

Python: Integrated Development Environments

Mengingat dalam beberapa bulan ke depan akan mengeksplorasi Python lebih dalam di proyek yang satu ini, saya menulis ini sebagai catatan. Sebenarnya hanyalah sebuah tautan ke wiki pengembang python yang berisi daftar IDE beserta reviu-nya bila ada.

Saya masih akan membaca-baca daftar ini sampai dengan minggu depan karena harus mengejar sesuatu hal yang lain.

Ada saran?

Docker: Hapus Image dan Container tak Terpakai

Karena makin ‘seru’-nya bermain dengan docker, tak terasa banyak image dan container yang terbentuk di mesin lokal. Dan karena perubahan pada tag-ing dalam perubahan versi image, banyak image dan container lama yang sudah tidak terpakai masih ‘nongkrong’.

‘Nongkrong’-nya image dan container lama tersebut tidak berpengaruh apa-apa pada mesin lokal saya, atau belum. Namun sedikit mengganggu saat ingin melihat semua container yang berjalan (`docker ps -a`) atau melihat image di mesin lokal (`docker images`). Dan hal ini akan sangat saya butuhkan bila mesin lokal saya kehabisan space. Selengkapnya… »

Docker Registry Lokal

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan 2 (dua) VM dengan sistem operasi RHEL karena adanya support yang katanya telah dibeli. Namun karena tidak adanya akses internet langsung dan tidak adanya infrastruktur repository lokal dimana katanya yang empunya wewenang ada harga lagi untuk fitur ini, maka persiapan saya sejak sebulan lalu harus digunakan.

Langsung saja, akan saya tuliskan perintah yang saya pakai untuk membangunnya.

root@debian64:~# mkdir docker
root@debian64:~# cd docker
root@debian64:~# mkdir data
root@debian64:~# git pull registry:latest
root@debian64:~# docker run -d -p 5000:5000 –restart=always –name registry -v /root/docker/data:/tmp/registry registry:latest

Sudah. Titik.

Besok mengisi liburan dengan pull semua yang dibutuhkan untuk server dan di-push ke registry lokal saat masuk kantor.

Proyek KEREN! KEmandiRian ENergi.

Terinspirasi dari komentar Pak Utian, apa salahnya jika saya meneruskannya menjadi sebuah proyek pribadi di rumah.

Beberapa hari kemarin saya memesan sebuah panel surya beserta kontroler pengisi daya tenaga surya dari Opari@Tokopedia. Hari Sabtu kemarin paket tersebut datang, dan komentar Pak Utian di atas, ada pada status saya mengenai kedatangan barang tersebut. Proyek ini mungkin tidak akan sesegera mungkin dilaksanakan, tapi dengan kedatangan paket ini proyek percobaan mengenai kemandirian energi ini bisa saya mulai.

Apa yang sebenarnya mendasari saya memesan paket tersebut?

Selengkapnya… »

Membuat Docker Registry Lokal

Ada tantangan baru dari Mr Tony untuk membangun infrastruktur di jaringan intranet kantor dengan menggunakan docker. Dan ternyata tanpa saya sadari saya menyanggupinya.

Dan akhirnya malam ini saya membaca-baca dokumen ini. Ntah apa yang akan terjadi besok terjadilah.

Mengapa saya harus membangun registry lokal? Karena akses yang sangat dibatasi karena sebenar-benarnya saya bukan administrator jaringan dan bila mendapatkan akses pun saya sangat meragukan kecepatan yang akan saya dapatkan.

Infrastruktur yang saya bangun bisa jadi apa saja dengan docker. Tanpa saya sadari saya meyakininya.

Ntahlah ini update tentang apa.

VMWare Workstation Player di Linux

Karena tuntutan pekerjaan yang harus melakukan riset di teknologi big data maka saya harus memasang vmware. VMWare sendiri menyediakan produk VMWare Workstation Player gratis untuk pengguna rumahan.

Apa yang saya lakukan kurang lebih mengikuti tutorial di sini.

Saya menggunakan versi terakhir yaitu VMWare Workstation 12.1.0 Player for Linux 64-bit yang dapat diunduh di sini.

Ingat, lisensi penggunaan gratis hanya untuk pengguna rumahan! Saya sendiri melakukan instalasi ini di Laptop pribadi dan digunakan bila diperlukan. Sebagian besar untuk tes akhir saat menulis laporan saja, mengingat seringkali saya lebih nyaman menulis laporan sambil ‘ngopi’.

Impala ODBC

Karena setiap hari mengakses data di Impala dan melakukan export hasil pengolahan menjadi text delimited dan mengubahnya menjadi format spreadsheet excel merupakan rutinitas, maka saya mulai mencari celah untuk mempermudah rute yang selalu saja saya jalani ini tiap hari. Hal pertama adalah mencari konektor yang bisa langsung terhubung dengan Impala. Dan saya menemukan halaman unduhan dari situs resmi Cloudera.

Karena menggunakan Debian 8.x (jessie) 64bit, maka saya mengunduh untuk paket Debian yang ada di sana. Saya mengunduh paket untuk Debian 7 64-bit. Dari banyak referensi instalasi yang beredar semua bisa digunakan, namun ada beberapa hal yang menjadi alasan saya mengapa saya harus mencatat konfigurasi pada mesin saya. Koneksi tidak serta merta dapat dilakukan karena pustaka ODBC tidak otomatis di load.

Instalasi Driver

Pertama kita cek apakah unixodbc telah terpasang. Selengkapnya… »

Analytics Platform berbasis R

Sampai dengan beberapa bulan terakhir ini salah satu pekerjaan saya adalah melakukan riset untuk penggunaan teknologi berbasis free software atau open source software dalam hal perangkat analisis data. Mengingat data yang ada pada instansi di tempat saya bekerja mengumpulkan sebagian besar data dari pihak ketiga, bisa dibilang analisis yang diperlukan memerlukan kemampuan untuk menganalisis big data.

Sebenarnya riset mengenai big data sendiri sebagai basis data telah dilakukan oleh bagian lain dengan melakukan pengembangan berbasis Hadoop. Dalam pengembangan ini bagian saya hanya mendukung dalam hal perangkat keras yang digunakan sebagai riset. Menurut kabar mereka menggunakan paket distribusi dari cloudera di atas CentOS.

Sedangkan dalam hal perangkat analisis saya mendapatkan mandat untuk melakukan riset perangkat apa saja dan bagaimana penggunaannya di bagian tempat saya bertugas. Pilihan yang ada tidak lain dan tidak bukan adalam lingkungan pengembangan dan analisis berbasis R. Berikut perangkat yang termasuk dalam perangkat analisis. Selengkapnya… »

Kategori