Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Nasib Pendidikan IT di Indonesia, Gerakan IGOS dan Dunia Bisnis

Ini hanyalah tanggapan saya akan kekhawatiran rekan-rekan terhadap generasi muda dan hasil perdebatan saya di forum AOSI facebook. Apa yang ada di sini adalah berdasar pengalaman saya.

Saya adalah seseorang maniak free software/opensource. Namun latar belakang pendidikan saya, sejak pertama kali mengenal komputer, saya dikenalkan dengan produk microsoft. Bedanya, dulu saya belajar dalam lingkup non-formal karena semua hanya berupa sertifikasi dari kegiatan extra-kurikuler sedangkan yang dipermasalahkan pelajaran formal.

Latar belakang pendidikan bukan prioritas utama untuk saat ini, menurut saya. Yang terpenting adalah Selengkapnya… »

Jutaan Dolar Mengalir untuk Pembangunan Negara Lain, Relakah Anda?

Membaca wiki ini membuat saya semakin yakin apa yang saya pelajari ini lebih baik dari apa yang telah saya tinggalkan.

Fakta 2010

  • Indonesia saat ini membayar US$300 juta per tahun untuk membeli software proprietary.
  • Tahun 2010, DIKNAS menganggarkan Rp. 3.9 trilyun untuk TIK sekolah.
  • Tahun 2010, total belanja IT Indonesia di prediksi sekitar Rp. 141 s/d 181 trilyun.

Uang tersebut sebagian besar lari ke negara maju, seperti, Amerika Serikat dan Eropa.

Saya tidak mau menjadi salah satu orang yang mengharuskan itu terjadi. Sebagai salah satu orang yang ditugaskan sebagai seorang fiskus, saya akan bertanya kepada Anda : “Relakah uang Anda yang disetorkan dalam bentuk pembayaran pajak sebagai sumber utama penerimaan negeri ini, yang katanya digunakan untuk membangun negeri, nyatanya digunakan untuk mengisi kas dan pembangunan negara lain?” Selengkapnya… »

Pembuatan Akta Kelahiran di Disdukcapil

Kemarin saya meminta ijin ke pada atasan untuk mengurus Akta Kelahiran putri saya yang pertama.

Malam sebelumnya saya mengurus pengantar ke RT/RW untuk pembuatan PM1 yang tak lain juga pengantar dari kelurahan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil ) untuk pembuatan Akta Kelahiran. Di sana saya ditawari jasa pembuatan yang sebenarnya tidak terlalu besar, namun saya menolak. Sekedar ingin tahu perkembangan birokrasi kependudukan di wilayah saya.

Siang hari sebelum istirahat saya sudah sampai di kelurahan dan kurang dari setengah jam PM1 sudah jadi. Lalu saya pulang sebentar dan akan melanjutkan ke Disdukcapil setelah jam makan siang.

Di Disdukcapil saya mengisi formulir pengajuan dan syarat-syarat serta menyerahkan biaya retribusi pembuatan Akta. Petugas menyebutkan waktu yang diperlukan untuk proses pembuatan akta tersebut 14 hari kerja. Tidak lebih dari setengah jam saya sudah meninggalkan kantor.

Berikut saya jelaskan yang harus disiapkan untuk pengurusan akta kelahiran tersebut : Selengkapnya… »

Hanya Menghimbau

Hanya menghimbau : “Teman-teman harap sabar. Itu oknum anggota dewan terhormat, jangan digeneralisasi.”

Biarpun mereka sedang menggeneralisasi kita dengan segala tuduhan, tetaplah pada keyakinan awal akan komitmen perubahan. Jaga diri jangan sampai terbawa emosi sesaat.

Seperti kita yakin bahwa kasus yang telah mencoreng instansi kita itu hanyalah ulah oknum, begitu pulalah yang terjadi. Itu hanyalah pendapat salah satu oknum, bukan keputusan final lembaga dewan terhormat.

Memperbaharui Kartu Keluarga, Ribet

Setelah masalah yang satu itu selesai meskipun terlambat, saya lalu memperbaharui isi daftar Kartu Keluarga.

Syarat pembaharuan Kartu Keluarga adalah :
– Fotocopy KTP Anggota Keluarga;
– Kartu Keluarga yang dirubah (lama);
Surat Pengantar dari Ketua Rukun Tetangga (RT) dan/atau Rukun Warga (RW) setempat.

Di Kartu Keluarga terdapat bubuhan tanda tangan dari Ketua RT, saya kepala keluarga, dan Lurah.

Permasalahannya adalah dengan surat pengantar itu Lurah tidak mau membubuhkan tanda tangannya. Dan saya mesti kembali lagi besok untuk meminta tanda tangannya. Padahal jelas-jelas saya adalah rakyatnya! Buktinya, ya surat pengantar itu saya sendiri yang meminta kepada Bapak Ketua RT/RW setempat.
Selengkapnya… »

KTP Jadi 10 Hari? eKTP, yah? Belum jadi tuh….

Baru saja saya kembali dari ijin ke kelurahan untuk mengambil KTP saya yang salah mengeja nama saya. Berkas sudah saya masukkan 10 (sepuluh) hari kerja yang lalu dan disebutkan bahwa KTP akan jadi 10 (sepuluh) hari.

Hari ini saya memohon ijin untuk mengambil dan sekaligus mengurus penambahan KK saya dengan data istri saya yang baru saya nikahi setengah tahun yang lalu. Namun apa yang terjadi di kelurahan?

Sebenarnya saya lupa, jadi saya akan mendengarkan dulu rekaman keadaan yang sengaja saya lakukan untuk menangkap pembicaraan saya sendiri dengan mereka dengan alat canggih pinjaman. 😀
Selengkapnya… »

24 Jam Terakhir Yang Menyebalkan

Ini mungkin adalah pengalaman pertama dan terakhir kalinya dalam hidup saya. Ya saya berjanji.

Saya tidak akan menceritakan secara gamblang pada saat ini. Mungkin akan saya lengkapi nanti setelah semua urusan dan persiapan telah selesai.

Yang jelas saya merasa kehidupan saya saat ini sebagai seorang abdi dilecehkan karena ulah sebagian kecil teman seprofesi. Dengan berkedok kelengkapan administrasi mereka melakukan hal yang seharusnya tidak perlu mereka lakukan karena semua sudah dicukupkan sesuai dengan hak mereka.

Saya sebagai salah satu orang yang mencari sumber dana bagi negara ini merasa dilecehkan! Sudah merasa mempunyai kekuatan super saja mereka dengan memiliki kedudukan dalam administrasi di negara ini karena apapun yang berhubungan dengan yang ada di wilayah mereka.

Abdi apa preman, hah?

Arsip