Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Darktracer, Data Pemerintah Bocor dan Gerakan Open Source

Bila menilik ke belakang peringatan mengenai perang digital sudah didengungkan dan saya sempat mengikuti acara komunitas honeynet. Perang fisik dan kelihatan mungkin seringkali memilukan dengan aktivitas apalagi dengan serangan fisik yang baru di Ukraina. Namun perang digital tidak serta merta disadari utamanya para pengguna awam.

Conti is ransomware that has been observed since 2020. All versions of Microsoft Windows are known to be affected.

The gang behind Conti has operated a site from which it can leak documents copied by the ransomware since 2020. The same gang has operated the Ryuk ransomware. The group is known as Wizard Spider and is based in Saint Petersburg, Russia.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Conti_(ransomware)

Di atas memang saya kutip dari Wikipedia, yang merupakan laman informasi salah satu perangkat lunak “pengintip”. Dengan semua hal terhubung dengan internet, informasi dapat dengan mudah dan cepat dikumpulkan. Apalagi terlihat dari hasil informasi yang dilaporkan adalah instansi pemerintah seluruh dunia. Dan yang jelas target sistem adalah perangkat lunak yang kebanyakan dipakai.

Sistem yang terkenal dan banyak digunakan tidak menjamin 100% aman. Banyak hal yamg bisa mempengaruhi, mulai dari kesalahan design sampai dengan kesalahan penerapan. Maka beberapa orang menyerukan gerakan perangkat lunak merdeka (free software) dan open source untuk meminimalisir kesalahan dengan adanya kolaborasi dan keterbukaan.

Tidak akan banyak yang bisa saya tulis di blog pribadi ini. Hanya memperingatkan bahwa sekarang ini serangan bukan saja dari segi server layanan saja. Karena dengan adanya 2 (dua) tahun pandemi yang mempercepat digitalisasi semua layanan memberikan efek yang lain, yaitu serangan dengan memanfaatkan kelemahan dari pengguna: ketidaktahuan dan pengabaian. 

Analisis Berkas Log Rutin, Jangan Lupa

Kemarin, tepatnya 3 hari yang lalu, maklum begitulah kebiasaan lama, ada mention ke saya di github mengenai tugas yang pernah saya kerjakan yaitu pembenahan repository BlankOn. Yang mana pembenahan tersebut memang memakan space penyimpanan yang cukup besar. Yang akhirnya membuat berhenti proses yang membuat harus menelusuri hingga berkas log.

Tulisan ini tidak akan panjang karena laporan detil harusnya memang hanya untuk internal tim. Namun yang perlu dan sering lupa saya lakukan adalah melakukan analisis terhadap berkas log dari sistem, yang seringkali di-ulik baru saat setelah ada kejadian. Perlu ada mekanisme analisis singkat pada sistem, misalkan bila ada entry-an log berulang selama sekian kali dengan kejadian serupa maka wajib melakukan apa.

Menurut saya tidak perlu baku, namun minimal perlu ada warning. Dan sepertinya perlu mencari tahu adakah proyek yang memfasilitasi ini.

Sekian pembahasan berkas log yang membuat penuh root dini hari ini.

pyenv: Pemasangan

Seperti halnya dokumentasi pemasangan rbenv, saya belum pernah mendokumentasikan proses pemasangan pyenv. Kedua, silakan menuju tulisan yang ini sebagai rujukan kenapa saya menggunakan environment terbatas.

Selain itu, debian buster masih menggunakan meson 0.49.2 sedangkan saya butuh >= 0.50.0 untuk mulai mencoba blankon-upgrade sehingga harus menggunakan diluar yang disediakan. Sehingga dengan pemasangan melalui pyenv saya tidak mengutak-atik sistem dasar.

Instalasi pyenv

yht@debian:~ $ git clone https://github.com/pyenv/pyenv.git ~/.pyenv
yht@debian:~ $ cd ~/.pyenv && src/configure && make -C src

Langkah ini untuk mengunduh pyenv dari Github dan melakukan kompilasi dynamic bash extension.

Selengkapnya… »

rbenv: Pemasangan

Sebelumnya silakan menuju tulisan yang ini sebagai rujukan kenapa saya menggunakan environment terbatas. Salah duanya adalah mesin debian buster saya mengalami kendala dependencies saat memasang jekyll dari repository maupun dari Gem. Selain itu ada nilai tambah menggunakan rbenv dari github yaitu perangkat yang terpasang merupakan yang terbaru.

Langkah inisiasi rbenv belum pernah saya catat, sehingga saya rasa perlu untuk keperluan lain waktu.

Instalasi rbenv

$ git clone https://github.com/rbenv/rbenv.git ~/.rbenv $ cd ~/.rbenv && src/configure && make -C src

Langkah ini adalah untuk mengunduh rbenv dari github dan melakukan kompilasi aplikasi.

Selengkapnya… »

Upgrade Paket R tanpa Ribet

Sekedar mencatat langkah-langkah saat perlu upgrade versi mayor R karena pada beberapa bulan terakhir saya sudah menggunakan R 4.0.4 sedangkan di dalam mesin pernah menggunakan R <= 3.6. Catatan ini merupakan cara singkat yang saya tempuh untuk melakukan instalasi paket tambahan tanpa melewatkan paket-paket yang pernah saya gunakan atau uji.

Saya menggunakan Debian GNU/Linux, sehingga semua perintah dalam catatan ini akan merujuk pada sistem debian. Untuk Windows saya menggunakan Microsoft R Open.

Pindahkan/Salin Paket Lama

Pada setiap versi mayor secara default R akan menggunakan folder “~/R/x86_64-pc-linux-gnu-library/$versi_mayor”. Misalkan versi 4.0 akan menggunakan folder “~/R/x86_64-pc-linux-gnu-library/4.0” dan versi 3.6 akan menggunakan folder “~/R/x86_64-pc-linux-gnu-library/3.6”. Pada contoh ini saya akan melakukan pasang ulang semua paket dari 3.6 pada 4.0.

Selengkapnya… »

Kode Alphabet dan Morse

Selain kode 10, kode yang lebih penting dalam komunikasi radio penduduk maupun amatir adalah kode alphabet dan kode morse. Kode ini digunakan dalam menyebutkan nama panggilan (call sign) ataupun membantu mengeja huruf ketika informasi kurang bisa dipahami. Kedua kode ini berlaku internasional, sehingga ketika dapat menggunakan kode ini juga digunakan untuk berkomunikasi di negara lain.

Kode morse minim digunakan di radio antar penduduk, mengingat perangkat komunikasi yang digunakan merupakan alat yang berlaku umum dan spesifikasi standar komunikasi bicara. Kode morse lebih sering digunakan oleh kalangan radio amatir utamanya saat berkomunikasi dengan pada mode CW atau jalur komunikasi yang terbatas jarak dan pancaran sinyal yang minim.

Selengkapnya… »

Alokasi Frekuensi RAPI

Dari berkas IKRAP, alokasi frekuensi untuk RAPI adalah gelombang frekuensi 2 (dua) meter pada frekuensi 142,000 MHz sampai dengan 143,600 MHz serta gelombang frekuensi 11 (sebelas) meter pada frekuensi 26,960 sampai dengan 27,410 MHz. Alokasi ini berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi Nomor 17 Tahun 2018, tertanggal 31 Desember 2018, tentang Kegiatan Amatir Radio dan Komunikasi Radio Antar Penduduk.

Frekuensi 2 m Band

Pada gelombang frekuensi 2 (dua) meter, frekuensi terbagi atas 75 kanal frekuensi dengan jarak 20 kHz antar kanal yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Pembagian kanal tersebut terbagi lagi atas tujuan penggunaannya, yaitu 4 (empat) kanal untuk stasiun pancar ulang, 45 (empat puluh lima) kanal mode simplex, 1 (satu) kanal untuk pusat panggilan nasional, 24 (dua puluh empat) kanal untuk keperluan organisasi, dan 1 (satu) kanal pusat dukung komunikasi.

Selengkapnya… »

Perangkat ‘Work from Home’

Sudah 4 (empat) minggu ini saya ‘dirumahkan’ dan wajib untuk melaporkan pekerjaan melalui perangkat yang terhubung daring, atau istilah kerennya Work from Home. Berbagai kendala muncul ketika yang dulunya semua dapat secara luring dibicarakan di kantor dan semua dokumen dapat diakses dari media yang dibagi di jaringan intranet, tidak dapat diraih serta merta.

Pengalaman bekerja dalam komunitas open source mungkin bisa saya bagi di sini. Mungkin bisa dijadikan referensi untuk membangun infrastruktur yang siap untuk masuk ke industri 4.

Selengkapnya… »

RAPI: Iuran Anggota

Setelah mendapatkan IKRAP, selanjutnya pemilik ijin diwajibkan mendaftar kepada komunitas dalam jangka waktu paling lama 30 hari. Untuk itu wajib menghubungi pengurus RAPI baik lokal atau wilayah untuk mendaftar. Skema pendaftaran lengkap bisa lihat di situs RAPI Jakarta Barat. Dalam pendaftaran terdapat beberapa iuran yg harus dibayarkan sebagai syarat.

Satu hal yang bisa saya tambahkan adalah besaran iuran keanggotaan yang harus disetorkan. Dana tersebut meliputi:

  • Iuran RAPI Nasional: Rp 60.000,00
  • Iuran RAPI Daerah: Rp 100.000,00
  • Iuran RAPI Wilayah: Rp 75.000,00
  • Iuran RAPI Lokal: Rp 82.500,00

Informasi tersebut yang dapat saya kumpulkan saat ini.

Kategori