Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

BlankOn: Cek Bolong, Unduh!

Dalam beberapa minggu terakhir ditemukan adanya masalah dalam gudang paket (repository) BlankOn. Untuk sementara digunakan milik pengembang pensiunan di repo.ridon.id. Namun setelah diteliti, ternyata gudang paket tersebut masih memiliki banyak kekurangan, sehingga dibutuhkan tindakan lebih lanjut.

Yang perlu dijadikan catatan adalah permasalahan ini tidak hanya terjadi pada BlankOn X Tambora, namun juga versi sebelumnya. Karena panjang cerita bila dilakukan penanganan secara keseluruhan, perlu dilakukan pembatasan dalam penanganan masalah ini, yaitu rilis yang merupakan turunan dari debian, yaitu rote, suroboyo dan tambora.

Untuk penanganan masalah ini saya membuat peralatan yang bisa dipelajari di github saya. Peralatan ini dijalankan pada mesin dimana gudang paket berada. Selengkapnya… »

Sparklyr Error: Failed to launch Spark shell. Ports file does not exist.

Hanya mendapatkan galat ini ketika menghubungi Spark.

Error in start_shell(scon, list(), jars, packages) :
Failed to launch Spark shell. Ports file does not exist.
Path: C:\Users\User\AppData\Local\rstudio\spark\Cache\spark-2.0.0-bin-hadoop2.7\bin\spark-submit.cmd
Parameters: –packages “com.databricks:spark-csv_2.11:1.3.0,com.amazonaws:aws-java-sdk-pom:1.10.34” –jars “C:\Users\User\Documents\R\win-library\3.3\sparklyr\java\rspark_utils.jar” sparkr-shell C:\Users\User\Temp\RtmpO0cLos\file23c0703c73bf.out

In addition: Warning message:
running command ‘”C:\Users\User\AppData\Local\rstudio\spark\Cache\spark-2.0.0-bin-hadoop2.7\bin\spark-submit.cmd” –packages “com.databricks:spark-csv_2.11:1.3.0,com.amazonaws:aws-java-sdk-pom:1.10.34” –jars “C:\Users\User\Documents\R\win-library\3.3\sparklyr\java\rspark_utils.jar” sparkr-shell C:\Users\User\Temp\RtmpO0cLos\file23c0703c73bf.out’ had status 127

Berdasarkan artikel ini katanya hanya masalah hak akses. Yaitu tidak adanya Selengkapnya… »

Docker: Hapus Image dan Container tak Terpakai

Karena makin ‘seru’-nya bermain dengan docker, tak terasa banyak image dan container yang terbentuk di mesin lokal. Dan karena perubahan pada tag-ing dalam perubahan versi image, banyak image dan container lama yang sudah tidak terpakai masih ‘nongkrong’.

‘Nongkrong’-nya image dan container lama tersebut tidak berpengaruh apa-apa pada mesin lokal saya, atau belum. Namun sedikit mengganggu saat ingin melihat semua container yang berjalan (`docker ps -a`) atau melihat image di mesin lokal (`docker images`). Dan hal ini akan sangat saya butuhkan bila mesin lokal saya kehabisan space. Selengkapnya… »

R: Impor Data Ms Access

Beberapa waktu lalu saya harus melakukan pengolahan data, namun data yang diberikan adalah berupa format Ms Access. Bagi sebagian orang, format ini adalah format biasa dalam menyimpan data portabel, namun ini tidak biasa buat saya.

Dalam pengolahan data ini saya masih beruntung PC di kantor menggunakan Sistem Operasi Windows 7 yang merupakan produk dari perusahaan yang sama dengan Ms Access sehingga bisa dilakukan dengan mudah tanpa kendala. Kendala saya hadapi saat saya menggunakan sistem operasi lain, yang biasa saya pakai sehari-hari.

Kendala utama saya adalah impor data. Yang akhirnya saya selesaikan di mesin kantor dan menyimpannya dalam format Rdata. Lebih kurang saya menggunakan cara Dainius yaitu menggunakan paket koneksi RODBC. Saya salin tempel saja di sini.

library(“RODBC”) #load package
db< -file.path("C:/path/to/your/database.accdb") #connect database. #Note the UNIX style slash (/). "\" is "escape character" so all "\"you should replace either with "/" or "\\" channel<-odbcConnectAccess2007(db) #internal RODBC function dataSetName<-sqlFetch(channel,"TableName") #read particular table from Access database file.

Setelah itu saya bisa menyimpan dataSetName ke berkas Rdata yang bisa saya gunakan di mesin lain. Diolah atau dites dengan kebutuhan yang ada.

Docker Registry Lokal

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan 2 (dua) VM dengan sistem operasi RHEL karena adanya support yang katanya telah dibeli. Namun karena tidak adanya akses internet langsung dan tidak adanya infrastruktur repository lokal dimana katanya yang empunya wewenang ada harga lagi untuk fitur ini, maka persiapan saya sejak sebulan lalu harus digunakan.

Langsung saja, akan saya tuliskan perintah yang saya pakai untuk membangunnya.

root@debian64:~# mkdir docker
root@debian64:~# cd docker
root@debian64:~# mkdir data
root@debian64:~# git pull registry:latest
root@debian64:~# docker run -d -p 5000:5000 –restart=always –name registry -v /root/docker/data:/tmp/registry registry:latest

Sudah. Titik.

Besok mengisi liburan dengan pull semua yang dibutuhkan untuk server dan di-push ke registry lokal saat masuk kantor.

Arsip