Membaca berita ini membuat saya jengkel.
…… Hasil penyelidikan menyimpulkan terjadinya kelebihan kapasitas penyimpanan data (buffer overflow) pada sistem Garuda Indonesia.
“Hasil penyelidikan menyatakan terjadi kombinasi human error dan teknis, namun tidak ada unsur kesengajaan dan sabotase,” kata Direktur IT dan Rencana Strategi Garuda Indonesia, Elisa Lumbaturuan di Jakarta, Selasa 30 November 2010.
……
Sebagai Direktur IT dia harus lebih banyak belajar lagi terutama harus membaca wikipedia halaman ini atau sederhananya silakan baca ini. Masalah utama buffer overflow itu pada alokasi data pada buffer oleh aplikasi. Sebaiknya perbaiki dulu aplikasi yang ada itu dan dicoba simulasikan dulu sebelum digunakan pada area publik.
Dengan ini saya mewakili teman-teman menyatakan mengundurkan diri dari pengembangan yang kami mulai. Semua kewenangan mengenai aplikasi yang telah kami buat itu sekarang bukanlah tanggung jawab kami, karena sudah diserahkan sepenuhnya kepada yang memiliki kewenangan sepenuhnya mengenai pengembangan sistem di instansi. Segala hal mengenai aplikasi itu silakan ditujukan kepada yang berwenang. Terima kasih.
Kesimpulan saya : “Mungkin Indonesia belum bisa menerima pengembangan dengan lisensi berbasiskan kemerdekaan meski sudah merdeka.”
Sebenarnya ini adalah masalah yang saya alami dalam beberapa bulan yang lalu sebagai seorang kontributor pengembangan sebuah perangkat lunak, namun saya kesulitan dalam berkontribusi karena terbatasnya akses dan masalah platform yang dipakai. Dan di sini saya akan berbagi mengenai diff dan patch yang bisa dijadikan solusi bahkan dalam busybox-pun keduanya sudah ada.
Bila Anda adalah seorang pengembang yang tidak memiliki akun pada layanan manajemen versi dan merupakan sebuah kelompok yang tidak bisa berkomunikasi langsung dalam suatu jaringan komputer, manajemen perubahan kode sumber akan menjadi suatu masalah. Dan bila platform yang Anda pakai adalah *nix-like, misal : GNU/Linux, maka berikut solusinya.
Dalam sebuah pengembangan dipastikan ada pengembang inti yang biasanya sekaligus sebagai kompilator dimana rilis resmi berasal dari beliau. Yang dipermasalahkan adalah manajemen kode sumber dari kontributor yang dikirimkan kepada beliau ini. Mengirimkan berkas yang diubah akan sangat membingungkan terlebih bila perangkat lunak yang dikembangkan secara merdeka. Bila pengembang yang mengirimkan adalah yang bertugas akan bagian itu saja memang bukan menjadi masalah, namun bila seorang pengembang menemukan kesalahan pada bagian yang bukan bagiannya sedangkan itu penting dan menggangu kinerja, keadaan itu sulit dilakukan.
Untuk itulah diff dan patch diperlukan.
Selengkapnya… »
Hanya tergelitik tulisan dari om Okto Silaban tentang Pengetahuan Dasar Pengembang Web.
Sebagai seorang pemula memang terkadang sifat ingin tahu terlalu menggebu. Namun jangan sampai sifat ‘kemaruk‘ itu ada, sebab Anda akan merasakan sendiri akibatnya. Dengan perkembangan dunia pemrograman yang kian pesat, apakah Anda bisa mengikuti semua teknologi yang ada?
Untuk menjadi seorang profesional dalam dunia pemrograman haruskah menguasai semua bahasa yang ada?
Selengkapnya… »