Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

BlankOn: Cek Snapshot, Unduh!

Ini merupakan lanjutan dari dokumentasi pembenahan gudang paket blankon yang mengambil dari gudang paket debian.

Skrip untuk melakukan pengambilan ini masih ada di gudang kode yang sama, yaitu: cek-repo-bolong. Nama skrip yang dipakai cek-snapshot.sh.

Metode pengambilan dari snapshot debian diperlukan karena ternyata masih ada banyak paket yang tidak ada dalam gudang arsip debian dan cerminnya. Penggunaan masih menggunakan cara yang sama, yaitu:

$ . cek-snapshot.sh [dists] [section] [arch]

Untuk sementara status pembenahan paket-paket impor dari debian ini menunggu Tim Jaminan Kualitas.

Semoga saja tidak ada paket yang terlewat dan menjadi masalah yang berarti.

R: Impor Data Ms Access

Beberapa waktu lalu saya harus melakukan pengolahan data, namun data yang diberikan adalah berupa format Ms Access. Bagi sebagian orang, format ini adalah format biasa dalam menyimpan data portabel, namun ini tidak biasa buat saya.

Dalam pengolahan data ini saya masih beruntung PC di kantor menggunakan Sistem Operasi Windows 7 yang merupakan produk dari perusahaan yang sama dengan Ms Access sehingga bisa dilakukan dengan mudah tanpa kendala. Kendala saya hadapi saat saya menggunakan sistem operasi lain, yang biasa saya pakai sehari-hari.

Kendala utama saya adalah impor data. Yang akhirnya saya selesaikan di mesin kantor dan menyimpannya dalam format Rdata. Lebih kurang saya menggunakan cara Dainius yaitu menggunakan paket koneksi RODBC. Saya salin tempel saja di sini.

library(“RODBC”) #load package
db< -file.path("C:/path/to/your/database.accdb") #connect database. #Note the UNIX style slash (/). "\" is "escape character" so all "\"you should replace either with "/" or "\\" channel<-odbcConnectAccess2007(db) #internal RODBC function dataSetName<-sqlFetch(channel,"TableName") #read particular table from Access database file.

Setelah itu saya bisa menyimpan dataSetName ke berkas Rdata yang bisa saya gunakan di mesin lain. Diolah atau dites dengan kebutuhan yang ada.

Docker Registry Lokal

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan 2 (dua) VM dengan sistem operasi RHEL karena adanya support yang katanya telah dibeli. Namun karena tidak adanya akses internet langsung dan tidak adanya infrastruktur repository lokal dimana katanya yang empunya wewenang ada harga lagi untuk fitur ini, maka persiapan saya sejak sebulan lalu harus digunakan.

Langsung saja, akan saya tuliskan perintah yang saya pakai untuk membangunnya.

root@debian64:~# mkdir docker
root@debian64:~# cd docker
root@debian64:~# mkdir data
root@debian64:~# git pull registry:latest
root@debian64:~# docker run -d -p 5000:5000 –restart=always –name registry -v /root/docker/data:/tmp/registry registry:latest

Sudah. Titik.

Besok mengisi liburan dengan pull semua yang dibutuhkan untuk server dan di-push ke registry lokal saat masuk kantor.

Proyek KEREN! KEmandiRian ENergi.

Terinspirasi dari komentar Pak Utian, apa salahnya jika saya meneruskannya menjadi sebuah proyek pribadi di rumah.

Beberapa hari kemarin saya memesan sebuah panel surya beserta kontroler pengisi daya tenaga surya dari Opari@Tokopedia. Hari Sabtu kemarin paket tersebut datang, dan komentar Pak Utian di atas, ada pada status saya mengenai kedatangan barang tersebut. Proyek ini mungkin tidak akan sesegera mungkin dilaksanakan, tapi dengan kedatangan paket ini proyek percobaan mengenai kemandirian energi ini bisa saya mulai.

Apa yang sebenarnya mendasari saya memesan paket tersebut?

Selengkapnya… »

Impala ODBC

Karena setiap hari mengakses data di Impala dan melakukan export hasil pengolahan menjadi text delimited dan mengubahnya menjadi format spreadsheet excel merupakan rutinitas, maka saya mulai mencari celah untuk mempermudah rute yang selalu saja saya jalani ini tiap hari. Hal pertama adalah mencari konektor yang bisa langsung terhubung dengan Impala. Dan saya menemukan halaman unduhan dari situs resmi Cloudera.

Karena menggunakan Debian 8.x (jessie) 64bit, maka saya mengunduh untuk paket Debian yang ada di sana. Saya mengunduh paket untuk Debian 7 64-bit. Dari banyak referensi instalasi yang beredar semua bisa digunakan, namun ada beberapa hal yang menjadi alasan saya mengapa saya harus mencatat konfigurasi pada mesin saya. Koneksi tidak serta merta dapat dilakukan karena pustaka ODBC tidak otomatis di load.

Instalasi Driver

Pertama kita cek apakah unixodbc telah terpasang. Selengkapnya… »

Oracle RAC

Dalam komputasi basis data, Oracle Real Application Clusters (RAC), selanjutnya disebut Oracle RAC, adalah sebuah fitur yang dikembangkan oleh Oracle sejak tahun 2001 dalam Oracle9i. Oracle RAC menyediakan fitur clustering dan high availability dalam lingkungan basis data Oracle.

Oracle RAC memungkinkan banyak komputer untuk menjalankan perangkat lunak RDBMS Oracle secara berbarengan mengakses satu basis data yang menciptakan clustering. Dimana dalam konfigurasi non-RAC basis data hanya dijalankan dalam satu mesin dan semua berkas data, berkas konfigurasi beserta catatan berada dalam disk dalam komputer tersebut.

Dalam lingkungan RAC, beberapa komputer (dimana dalam masing-masing terdapat Oracle RDBMS) mengakses secara bersamaan satu basis data. Hal ini memungkinkan aplikasi dan atau pengguna basis data meskipun terhubung dengan salah satunya dapat mengakses keseluruhan data yang sama bila terhubung ke yang lain.

Silakan baca-baca di :
Dokumentasi Oracle RAC 11g (11.1)
Halaman resmi Oracle RAC

Intinya, RAC adalah implementasi dari konsep Cluster Computing dalam RDBMS Oracle. Silakan baca wikipedia mengenai Cluster Computing untuk keterangan lebih lanjut.

NB : Posting ini tidak menjelaskan apapun, hanya sekedar catatan agar sewaktu-waktu ada yang sadar. Semoga ada yang tersadar.

Lagi-lagi Serangan via SSH

Mulai minggu kemarin saya harus memindahkan data dari VPS dikarenakan pergantian sistem oleh masterweb. Tidak ada masalah hingga baru saja, iseng, saya melakukan pengecekan log.

Dulu mesin saya di rumah memang pernah diserbu dari alamat Qingdao, Shandong. Dan ini pengalaman saya kedua melaporkan peristiwa penyerangan via weblog

Perintah iseng saya hanya sebaris saja.

root@vps2:~# cat /var/log/auth.log.1 | grep POSSIBLE

Lalu muncullah 356 baris yang menunjukkan asal koneksi. Dan lagi-lagi awal serangan berasal sebagian besar dari domain .CN, lalu dari alamat yang dimiliki telkom speedy dan dari Amsterdam.

Berikut hasil tes beberapa ip :
Selengkapnya… »

Arsip