Dari pemikiran saya dari segi bisnis setelah saya baca ulang memang terkesan egoistis. Mengingat pada awal artikel saya membahas mengenai pentingnya membangun pola pikir siswa sejak masa pendidikan formal tapi akhirnya saya seperti memihak proprietary.
Mungkin dunia kerja saya mendidik saya menjadi seperti itu. Tapi, ya sudahlah.. Toh kita harus tetap maju untuk ikut membangun bangsa ini, bukan?
Mengingat pesan Pak Made yg merujuk Kak Seto : “Kelebihan free software / open source adalah pengembangan fantasi sebebas-bebasnya. Cara terbaik untuk menumbuhkan kreatifitas, fitur yang tak ternilai dan tak ada di dunia pengembangan perangkat lunak lain.” saya memiliki ide dengan mengajak siapa saja yang memiliki kepedulian dalam Pendidikan Indonesia untuk mulai bergerak dengan membuat modul pendidikan tandingan. Untuk itu saya membutuhkan salinan modul milik kemendiknas sebagai acuan referensi, atau paling tidak bab yang dibahas.
Dan terakhir, saya berencana untuk mengumpulkannya menjadi satu paket instalasi bersama dengan aplikasi dalam sebuah CD instalasi. Rencana saya akan membuat turunan BlankonLinux (bila diijinkan masuk digabung layaknya edubuntu) dan/atau Slackware Linux.
*terpikir-setelah-ngobrol-dengan-seorang-bapak-yang-takut-anaknya-bermental-pembajak*
Ini hanyalah tanggapan saya akan kekhawatiran rekan-rekan terhadap generasi muda dan hasil perdebatan saya di forum AOSI facebook. Apa yang ada di sini adalah berdasar pengalaman saya.
Saya adalah seseorang maniak free software/opensource. Namun latar belakang pendidikan saya, sejak pertama kali mengenal komputer, saya dikenalkan dengan produk microsoft. Bedanya, dulu saya belajar dalam lingkup non-formal karena semua hanya berupa sertifikasi dari kegiatan extra-kurikuler sedangkan yang dipermasalahkan pelajaran formal.
Latar belakang pendidikan bukan prioritas utama untuk saat ini, menurut saya. Yang terpenting adalah Selengkapnya… »
Anda ingin berbisnis? Anda ingin menjalankan bisnis dengan menggunakan prinsip ekonomi? Menggunakan administrasi komputerisasi dengan perangkat lunak legal tanpa harus membayar lisensi yang mahal?
Semua orang ingin mendapatkan kenikmatan dan keuntungan yang sebesar-besarnya dia bisa mendapatkan. Dengan modal sekecil-kecilnya tentu saja. Hal yang lumrah, karena memang itulah prinsip ekonomi yang utama. Dengan perencanaan yang matang dan tekad mau belajar semua itu bisa dilakukan.
Free Software Foundation [FSF] dan Open Source Initiative [OSI] adalah yayasan yang dibentuk sebagai wadah kolaborasi para programmer dunia. Kita akan mengesampingkan perbedaan definisi masing-masing yayasan dan mengambil apa yang bermanfaat bagi kelangsungan bisnis kita. Selengkapnya… »
Hari ini Pat V mengumumkan rilis Slackware 13.37 lewat akun FB-nya. Akhirnya versi stabil Slackware yang baru di rilis juga, yaitu versi 13.37.
Mengapa menggunakan 13.37? Kenapa tidak 13.2 sesuai urutan rilis sebelumnya? Jawabannya, karena hanya yang 1337 ( baca : Leet, dari kata elite ) yang menggunakannya.
Pengumuman resmi mengenai rilis silakan baca di sini.
Catatan pengembang mengenai rilis silakan baca di sini.