Kemarin saya sempatkan lebih tepatnya kabur menjenguk Mbak Yeyen yang dikabarkan koma. Pukul 12.08, Simbah Andika menelepon saya mengenai kepastian kehadiran saya, dan kira-kira pukul 12.55 saya berangkat menuju TKP.
Setelah berkoordinasi dengan PadiNet selaku penguasa rak, kami menuju pusat data[1]. Sampai di TKP saya baru paham mengapa harus lebih dari 1 orang yang mengerjakan, karena peletakan mesin tidak menggunakan pengait ke rak layaknya mesin peladen di kantor saya. Dan juga, mesin tersebut ditindih oleh 2 buah mesin jenis serupa yang salah satunya mesin milik id-anime.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ada kipas yang rusak bantalan[2]-nya yang akhirnya dicopot. Jadi kini mesin tersebut berjalan tanpa 1 kipas belakang. Ini penampakan kipasnya.

Selengkapnya… »
Perancangan dan pengolahan data grafik sangat dibutuhkan dalam sebuah usaha terutama oleh pemegang kebijakan. Dengan menampilkan data berupa grafik keadaan perusahaan bisa dilihat dan dibaca dengan lebih mudah. Permasalahan utama adalah kekinian data yang ditampilkan.
Saat mencari alternatif aplikasi yang memiliki andil dalam menampilkan data terkini, saya menemukan jqPlot. Pada dasarnya aplikasi yang ada bisa mengakomodasi kebutuhan, namun saya ingin menggunakan pustaka yang tidak melanggar HaKI. Dan satu alasan lagi, merancang dari awal akan lebih mudah daripada meneruskan yang ada.
Cara penggunaan bisa dibaca di sini. Dan kode sumber bisa diunduh dari sini.
Mungkin waktu yang saya perlukan akan lebih lama. Tapi kepuasan batin perlu dikejar juga, kan?
Anda adalah pemilik perusahaan yang memiliki hubungan dengan banyak rekan bisnis baik itu pelanggan, media promosi, maupun produsen dan agen. Setiap transaksi dengan rekan bisnis Anda tersebut tercatat dalam pembukuan terkomputerisasi di basis data. Dan perusahaan Anda sudah berjalan lebih dari satu tahun. Kini saatnya Anda melakukan penambangan.
Apa yang dimaksud dengan penambangan data ini? Apa yang ditambang? Bagaimana cara menambangnya? Apakah kegunaannya bagi kelangsungan bisnis?
Pada dasarnya penambangan data ini adalah Selengkapnya… »
Hanya teringat kejadian kemarin saat sedang bersantai di rumah. Datang mbak-mbak berseragam biru ke rumah kontrakan. Bertanya jumlah orang yang tingal di rumah dan saya jawab, 2. Lalu stiker pun menempel di kaca jendela rumah. Memang sejak dua hari yang lalu saya melihat aktifitas petugas berseragam yang sama di kelurahan sebelah, namun petugas baru datang ke rumah saya kemarin. Sepeninggal mbak-mbak itu, istri saya keluar dan bertanya siapa yang datang dan saya jawab apa adanya.
Memang ini adalah kegiatan rutin BPS yang diadakan tidak setiap tahun. Namun data yang diambil diharapkan bisa akurat untuk menentukan setiap pengambilan keputusan di negeri ini.
Namun dalam benak saya juga bertanya, “Mengapa data penduduk tidak mengambil data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri?” Toh setiap kelahiran anak, kematian, pernikahan, dan segala macam kegiatan kita wajib melaporkannya ke dinas kependudukan setempat. Kurangkah data itu?