Jul 4, 2010 0
#1
Aku masih belum bisa,
aku seakan berjalan di tempat, tak beranjak.
Jalanku serasa berat,
namun aku akan tetap mencoba.
Seperti janji yang telah aku ucapkan dahulu,
aku akan tetap berusaha.
Jul 4, 2010 0
Aku masih belum bisa,
aku seakan berjalan di tempat, tak beranjak.
Jalanku serasa berat,
namun aku akan tetap mencoba.
Seperti janji yang telah aku ucapkan dahulu,
aku akan tetap berusaha.
May 24, 2010 3
Kehidupan baru telah datang. Namun ku tak bisa mendampingi dan menjadi saksi.
Wahai bidadari kecilku, aku ingin bersenda gurau bersamamu. Tapi aku harus tahu akan keadaanku, tirai ini menahanku tuk sekedar membelaimu. Kau datang dengan senyummu yang membuat ceria kembali hatiku.
Tidurlah, nak, tidurlah sejenak. Bundamu masih harus berbaring belum boleh banyak bergerak.
Selamat datang, sayang..
Sep 24, 2009 0
“I really enjoy arguing, it’s a big part of my life are these occasional flame threads that I love getting into and telling people they are idiots. I don’t do it for my own needs on my machine, I do it because it’s interesting and I feel like I’m doing something worthwhile.” – Linus Torvalds on Torvalds Warns Linux Is Getting Bloated
Hei, seperti inilah semangat Open Source!
Jul 13, 2009 0
Tulisan pertama setelah saya cuti selama 7 (tujuh) hari kerja.
Setelah sekian lama menunggu jawaban atas pertanyaan saya yang tepat 4 (empat) bulan lalu saya lontarkan dan tidak ada respon yang menyatakan bahwa saya pernah menyatakan rasa pada wanita lain. Maka saya memutuskan untuk membangun keluarga dengan seorang wanita yang kepadanya telah saya nyatakan cinta.
Selengkapnya… »
Mar 13, 2009 4
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti seminar, lebih tepatnya kursus, yang diadakan untuk menentukan langkah terakhir dalam kehidupan saya. Langkah terakhir yang akan saya ambil adalah berkeluarga dan ini adalah salah satu bekal dan juga syarat dalam persiapan saya memasuki kondisi yang baru tersebut.
Di sesi pertama, muncul pertanyaan “Apakah kamu mencintai pasanganmu?”. Lalu, muncul pertanyaan lain, “Apakah kamu pernah mempunyai kekasih dan berkata ‘aku mencintaimu’ pada dia/mereka (kekasihmu dulu)?”. Pertanyaan ini membuat saya harus mengingat lagi kenangan masa lalu yang mungkin sudah terlupakan. Pertanyaan ini harus dijawab dengan jujur, karena langkah terakhir ini menentukan tempat dimana saya harus hidup sampai akhir hayat saya.
Mungkin saya bisa mengelak, karena memang ini adalah hubungan berstatus saya yang pertama. Namun ini juga menjadi sebuah tanda tanya besar dalam diri saya, apakah saya pernah berkata ‘aku mencintaimu’ sebelumnya? * Bila ada yang merasa mohon langsung merespon, ya.. *
Selengkapnya… »