Aku masih di sini. Bersama tumpukan berkas ditemani deru mesin yang meraung-raung seakan memohon untuk kembali didiamkan.
Pekerjaan ini memang setahun sekali. Namun apakah perlu sistem kebut sehari seperti masa-masa pembelajaran formalku yang teorotis itu terulang? Ya, mungkin memang sepertinya aku tak bisa meninggalkan kebiasaan buruk ini.
Ketepatan waktu memiliki banyak faktor. Dan aku di sini seakan dipojokkan untuk menanggung semua beban yang akibat perburuannya. Meski ini bukan 100% salahku, seakan semua mata memandangku begitu. Orang yang aku harapkan melindungikupun menyalahkanku.
Baiklah, mulai sekarang aku akan diam. Pekerjaan ini akan aku selesaikan dan semuanya akan kembali normal.
Akankah semudah itu?
Apa yang terjadi di awal tahun 2010 ini?
Yang saya rasakan saat memasuki hari pertama tahun ini adalah kesal.
Birokrasi semakin rusak, dan semakin cueknya orang-orang terhadap lainnya.
Memang saya hanyalah pegawai rendahan yang dengan senang hati disuruh kesana kemari. Tapi saya juga punya kehidupan dan harus menghidupi lainnya.
Bila Anda memang ingin cuek? OK, saya juga bisa!
Memang ini hanyalah soal angka 5% yang telah ditetapkan itu. Tapi saya kerja, pak!
Anda kira saya mangkir karena ingin menambah libur hari raya?
Ma’af, saya tidak sepicik yang Anda kira.
NB : Ma’af, saya hanya meluapkan rasa saya lewat tulisan.
Saya akhir-akhir ini memang jarang sekali mengunjungi catatan web saya ini atau pun web lain sekedar meninggalkan jejak saya di sana.
Kebiasaan saya berubah semenjak mengucapkan janji. Apalagi sekarang saya sedang menunggu datangnya seseorang.
Ternyata beginilah rasanya. Terima kasih, Pak.
Kog makin banyak yah spam nyangkut ke blog ini?
Untung ada akismet… *Setengah promosi*