Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Fragmentasi Android, Masalah atau Solusi?

Ini hanya sekedar catatan dari keributan di postingan teman saya. 😀

Apa itu fragmentasi? Dari mana istilah fragmentasi? Padahal sepengetahuan saya dalam masalah teknologi informasi dan komputer istilah itu digunakan untuk ketidakefisienan. Setelah membaca berbagai referensi, saya menyimpulkan bahwa ini adalah isu yang sengaja disebar untuk membuat opini publik oleh kompetitor.

Mendalami permasalahan yang ada, saya menemukan kesalahan pada pengembangan Android. Saya pengguna Android dan saya memahami kesulitan pengguna maupun pengembang perangkat lunak pendukung. Dukungan pengembang yang banyak malah menjadi bumerang bagi Google. Dan saya akan membagi 2 masalah yang ada.

1. Pengguna perangkat.
Sebagai pengguna perangkat, saya tidak memiliki hak penuh untuk melakukan modifikasi karena dengan melakukannya produsen perangkat mengatakan itu menghapus garansi. Sebuah kebijakan bisnis yang mengekang pemakai yang seringkali penasaran dengan teknologi seperti saya.

2. Pengembang Perangkat Lunak.
Pengembang harus memiliki beberapa SDK untuk masing-masing versi rilis Android. Melakukan pengembangan sebuah aplikasi tidak akan mudah karena menyangkut kompatibilitas di masing-masing versi. Dan versi rilis inilah yang disebut-sebut fragmentasi.

Sepengetahuan saya memang banyaknya versi rilis tidak dapat dipungkiri dalam pengembangan perangkat lunak berbasis free software atau open source software karena kebutuhan dan stabilitas sistem adalah suatu hal yang bertentangan. Banyak contoh mengenai hal ini.

Lalu apakah ini murni sebuah masalah? Sebagai pengguna dengan menggunakan Android saya lebih dinyamankan karena perangkat saya yang lain tidak sepenuhnya bisa digunakan dalam modus wifi. Kedua perangkat tersebut belum pernah saya upgrade karena saya malas untuk melanggar aturan garansi dari produsen.

Jadi menurut saya inti dari masalah ini adalah banyaknya platform dimana Android berjalan. Setiap produsen memiliki basis versi (fragmen) yang berbeda dan mereka tidak mengikuti versi terkini mengingat hal tersebut membutuhkan waktu, tenaga dan biaya untuk riset yang tidak sedikit. Masalah prinsip ekonomi dan bisnis sangat kental di sini.

Lalu bagaimana menengahinya? Menurut saya lebih baik produsen perangkat berbasis Android itu memfokuskan pada layanan perangkat kerasnya saja. Bila menyangkut masalah perangkat lunak hanya sebatas upgrade/restore OS resmi versi produsen saja. Toh, dalam melakukan modifikasi OS tidak membuka segel. Kenapa harus repot?

Simbiosis mutualisme antara pegembang dan pembuat perangkat harus tetap berjalan. Google harus membuat kesepakatan baru dengan produsen perangkat dengan melakukan revisi terhadap lisensinya.

Kategori: /artikel

Tag: , , ,

2 Responses

  1. ayume says:

    pertamax gan!

Leave a Reply