Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

BlankOn 5 (Nanggar) : Review

Setelah satu minggu mendiamkan 20GB dalam harddisk saya karena menghilangkan sesuatu akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk mengisinya dengan salah satu distribusi linux buatan dalam negeri, BlankOn, yang saya dapatkan gratis dari teman-teman di FOSS-ID saat ada acara entahlah saya lupa. Meskipun terlambat karena rilis yang sudah lama, saya akan menceritakan pengalaman dalam satu hari menggunakan distribusi ini.

Pada dasarnya distribusi ini sama dengan induk semangnya, Ubuntu, distribusi dengan model pemaketan turunan Debian yang menurut survey adalah distribusi paling mudah digunakan dan user friendly.

Pertama kali menggunakan, dengan menggunakan Live-CD, tidak terasa perbedaan dengan menggunakan Ubuntu. Perbedaan mencolok adalah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa standar sistem, pada menu dan dalam aplikasi.

Berikut daftar kelebihan distribusi ini, menurut saya, setelah instalasi tentunya :

  • distribusi ini sangat cocok digunakan untuk mengenalkan GNU/Linux sebagai sistem operasi alternatif murah kepada pengguna baru di Indonesia. Lebih enak belajar menggunakan bahasa sendiri daripada menggunakan bahasa orang, bukan?
  • dukungan komunitas cukup baik, Anda bisa bergabung di #blankon IRC freenode.net bila ada pertanyaan. Bila Anda tidak bisa menemukan sesama pengguna BlankOn, Anda masih bisa bertanya kepada pengguna Ubuntu ataupun Debian yang cukup banyak.
  • dukungan perangkat keras cukup baik. Colok, terdeteksi, langsung pakai. Bila masih ada masalah, kirim saja ke pengembang.
  • perangkat lunak cukup lengkap pada instalasi awal. Anda pengguna biasa? Penikmat musik? Pekerja kantoran? Desainer grafis? Aplikasi untuk Anda sudah ada sejak awal dipasang. Kurang? Silahkan pilih aplikasi yang ingin Anda pasang dan semuanya itu akan terpasang sepanjang Anda memiliki atau terhubung dengan repository.
  • dan satu lagi, saya tersadar setelah satu hari, wallpaper yang berubah seiring dengan suasana waktu.

Namun saat saya menggunakan distribusi ini masih ada satu yang bermasalah. Saya tidak bisa terhubung dengan jaringan internet dengan menggunakan modem 3G PCMCIA Option GlobeTrotter Fusion+ EMEA yang telah menemani saya selama satu tahun lebih satu minggu ini. Saya masih belum tahu dimanakah letak kesalahannya mengingat permasalahan ini saya alami juga saat menggunakan Slackware 13.0.

Saat ini saya menggunakan Debian 5.0.3 (Lenny) untuk melakukan koneksi internet di mesin yang sama. Selain itu dengan Slackware 12.2 permasalahan juga tidak saya temui. Kecurigaan saya sebenarnya mengarah pada kernel namun saya masih memegang asas praduga tak bersalah.

Yang jelas saat ini saya menambah daftar pengguna BlankOn Linux.

Mari terus lanjutkan gerakan anti pelanggaran hak cipta di Indonesia! Meskipun pihak perserikatan pengusaha malaikat pelindung hak cipta dari Amerika meminta supaya tetap menggunakan produk mereka (meskipun bajakan?).

Kategori: /etc/issue

Tag: , ,

Leave a Reply