Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Kesulitan Perkembangan OSS

Ini adalah sedikit curahan hati saya. Ya, saya yang notabene seorang OSS enthusiast harus tertegun sejenak saat mengetahui sebuah rahasia kecil dalam diri instansi saya dalam pengembangan perangkat lunak.

Saya tidak mengetahui kondisi secara umum dalam pengembangan perangkat lunak. Namun setelah beberapa waktu yang lalu saya berbincang dengan salah satu senior, saya mengetahui apa yang diterima seseorang fungsional di bidang komputer khusus-nya pemrograman bila ia mengembangkan aplikasi dalam basis OSS, di instansi saya tentunya. Sesuatu yang pelik ditengah gembar-gembor IGOS, Indonesia Go Open Source. Saya prihatin mengetahui keadaan ini.

Detail pembicaraan tidak akan saya ceritakan. Saya hanya akan memaparkan kesimpulan dan pendapat sang pencerita dan saya pribadi. Ma’af, saya tidak bisa menyebutkan nama, namun beliau pasti tahu dan membaca artikel ini.

Semua hal yang menjadi rebutan dalam tiap instansi adalah kenaikan pangkat dan atau jabatan. Terkadang banyak hal yang bisa dilakukan karena perebutan tersebut. Dan yang menjadi kunci dari pada kenaikan pangkat tersebut adalah nilai, baik itu dari atasan bila lewat jabatan struktural dan nilai kredit bila dari jabatan fungsional. Dan disinilah letak permasalahannya, pengembangan perangkat lunak berada dalam ruang lingkup jabatan fungsional. Dan permasalahan pengembangan aplikasi dalam dukungan OSS tentunya berada didalamnya juga.

Menurut cerita beliau, sang pencerita, ada klausul bahwa setiap pengembangan harus jelas dasar hukumnya, dalam hal ini adalah tender yang tentunya ada biaya dan segala macam hal yang berhubungan dengan bisnis. Dukungan sistem yang notabene ‘gratis’ akan sangat sulit untuk masuk. Dan letak kacaunya adalah ketika fungsional mengembangkan sesuatu (program) dalam sistem yang dari luar tender atau notabene ‘gratis’ (OSS) dia tidak akan mendapatkan angka kredit. Nah, lo…

Jadi, menurut beliau, “Ngapain ngembangin basis OSS, udah capek, gak ‘naikin pangkat’ lagi…”.

Tapi menurut saya masih ada harapan adanya pengembangan berbasis OSS. Kita masih harus menunggu hingga kondisi persaingan dalam bisnis pengembangan perangkat lunak tidak termonopoli basis tertentu dan perusahaan pengembangan perangkat lunak yang berbasis OSS bermunculan. Bila suatu saat nanti ada perusahaan yang mengajukan penggunaan perangkat lunak dalam basis OSS dan memenangkan tender di instansi saya, mungikin semuanya akan berubah. Semoga…

Dan saya, mungkin harus berpikir ulang untuk mengambil jabatan fungsional…

Kategori: /artikel

Tag: , ,

4 Responses

  1. galihsatria says:

    Di sinilah saatnya idealisme berkompromi dengan fakta di lapangan.

  2. cakbrodin says:

    cpd … gmn aturan tehnis (detil) koq selaras dgn ketentuan Menpan ?

    • yht says:

      Gak tau, cak… Belum sinkron…
      Tapi ya seperti yang dibilang sama ‘mantan’ atasan situ, semua harus jelas proses bisnisnya…
      *celingak-celinguk*

Leave a Reply