Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Jatuh Tempo Pembayaran PBB – DKI Jakarta

Hari ini adalah hari terakhir atau yang lebih keren disebut jatuh tempo pembayaran PBB untuk wilayah DKI Jakarta dan mungkin di beberapa wilayah lain. Judul saya tetapkan sesuai pengetahuan saya. Dan saat ini saya akan membahas sesuatu yang saya alami hari ini sebagai fiskus.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan para pembayar pajak untuk membayarkan kewajibannya pada hari/tanggal jatuh tempo. Menjadi sangat menjengkelkan ketika harus mengurus ke sana kemari untuk menanyakan sesuatu hal yang sepele karena keteledoran para pembayar sehingga pembayarannya ditolak. Hari ini saya mendapatkan 2 (dua) kasus.

Kasus 1

Sebut saja PT X. Masih pagi untuk pekerjaan berat, saya diminta oleh atasan saya melakukan pengecekan data atas PT X di data kantor pusat dengan alasan PT tersebut akan membayar namun ditolak oleh pihak bank selaku penerima pembayaran.

Sebelum melihat data saya mengutarakan kemungkinan alasan menurut pengetahuan saya dari pengalaman terdahulu. Bila pembayaran ditolak pada tanggal jatuh tempo hanya ada satu alasan, pembayaran dilakukan dengan cek/kliring sehingga membutuhkan waktu untuk pencairannya. Ini tidak diinginkan oleh bank karena tanggal pembayaran akan melebihi tanggal jatuh tempo, sehingga akan terhitung terlambat. Siapa yang mau membayar denda berupa bunga yang muncul? Dan saya juga meminta atasan saya untuk melakukan konfirmasi jenis pembayaran.

Setelah saya mengkonfirmasi data di kantor pusat dan pada bank, ternyata data ada. Jadi masalah ini bukan kesalahan pada sistem sehingga bukan menjadi urusan saya. Dan saya pun melaporkan kepada atasan saya. Atasan saya pun memberitahukan hasil konfirmasinya yang ternyata sesuai dengan pengalaman saya di atas, pembayaran dengan cek/kliring. Jadi? Case closed.

Saran : Untuk membayar pajak, jangan menunggu tanggal jatuh tempo, terutama pembayaran dengan tenggang waktu pencairan. Bukankah lebih cepat lebih baik cepat dari pada terlambat?

Kasus 2

Sebut saja PT A. Sore hari saya didatangi oleh seorang Account Representative yang menanyakan tanda terima (struk) penyampaian SPPT. Saya sempat bingung karena letak berkas di ruangan saya sempat berubah karena renovasi saat saya harus dinas diluar kantor selama 2 (dua) bulan belakangan. Pencarian tersebut dilandasi karena PT A mengajukan permohonan pengurangan yang menurut peraturan hanya bisa diajukan 3 (tiga) bulan setelah penerimaan SPPT oleh Wajib Pajak, namun ada beberapa hal yang dikecualikan.

Akhirnya setelah ketemu saya menunjukkan tanda terima/struk penyampaian tersebut yang ternyata telah disampaikan pertengahan April. Jadi, permohonan tidak bisa diterima karena tidak memenuhi syarat formal, case closed.

Saran : Untuk memanfaatkan fasilitas sebaiknya memahami dulu syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk memperolehnya. Dan sekali lagi, jangan pernah mengurus sesuatu mendekati tanggal jatuh tempo. Lakukanlah jauh-jauh hari sebisa mungkin.

Semoga bermanfaat.

Kategori: /etc/issue

Tag: , , , , ,

Leave a Reply