Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Nasionalisme atau Sekedar Menjalankan Tugas?

Mengapa saya menuliskan seperti itu? Sebuah keadaan yang sangat memiriskan hati saya sebenarnya. Namun ini adalah yang saya lakukan dan saya kerjakan 3 (tiga) hari kemarin.

Saat ini saya sedang duduk di ruang tunggu bandara sembari menunggu rekan lain sholat sambil menjaga barang-barang. Keadaan mendesak untuk segera berangkat menjalankan tugas ke salah satu kantor wilayah di bawah instansi kami untuk melakukan instalasi. Kami dimohon segera karena besok aplikasi akan digunakan sebagai bahan dalam rapat besok.

Fokus tulisan ini memang adalah pertanyaan saya pada diri saya sendiri. Kegiatan saya dalam liburan menjelang Peringatan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-64 (enam puluh empat) bahkan tidak ada hubungannya dengan hal itu. Saya bahkan mengurung diri di rumah bersama laptop di hadapan saya dan melakukan aktifitas yang seharusnya saya kerjakan di kantor. Saya merasa pekerjaan ini perlu saya lakukan segera, entah apa sebabnya. Bahkan pada malam yang harusnya sebagai Warga Negara Indonesia mengingat dan merenungkan kemerdekaan, saya bekerja hingga pagi, dengan selingan pertengkaran kecil dengan pasangan.

Memang, setelah ada surat keputusan mengenai penggunaan aplikasi dimana saya ikut nimbrung sebagai penggembira, saya makin tidak teratur dan pikiran saya makin tidak tenang karena harus memikirkan suatu hal yang berada di luar rencana awal pembangunan aplikasi ini. Kami harus dikoordinasikan oleh kantor pusat yang selalu ingin segera, dan merubah jadwal awal pengembangan aplikasi kami.

Entahlah, saya saat itu hanya berpikir bahwa aplikasi harus bisa berjalan di laptop saya dengan normal dan tanpa cacat sehingga saya tinggal menyalin saja data dan aplikasi yang telah berjalan normal tersebut ke server aplikasi sesungguhnya. Dan hari ini saya mendapatkan jawaban, keadaan mendesak dan data dari kantor psat belum berubah, sama seperti yang saya terima Hari Jum’at kemarin. Saya hanya bisa bersyukur, bisa berangkat dengan tenang karena data telah siap di laptop saya.

Namun, kembali saya berpikir. Apakah ini bentuk nasionalisme? Tapi, saya hanya menjalankan tugas sebagai pegawai negara.

Saya hanya menjalankan tugas sebagai pegawai rendahan yang saat ini bisa tenang melakukan posting karena sudah siap menghadapi tugas dan tak takut menjalankan laptop di tempat umum karena menggunakan sistem operasi yang merdeka. Free as in Freedom, sebuah kemerdekaan berekspresi dalam dunia digital.

Merdeka! Mari dukung terus Indonesia Go Open Source!

*kembali chatting sambil menunggu keberangkatan*

Kategori: /ego

Tag: , ,

Leave a Reply