Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

Kohana PHP : Dasar dan Konfigurasi

Melanjutkan artikel saya terdahulu mengenai perkenalan saya dengan KohanaPHP, saya ingin berbagi mengenai konfigurasi dan model standar penggunaan perangkat lunak kerangka (FrameWork) ini.

Dalam perangkat lunak ini ada 3 (tiga) buah folder yaitu :
1. application, yang berisi aplikasi yang kita bangun di atas framework,
2. modules, berisi modul atau sumber daya pemrograman tambahan, dan
3. system, berisi kode kohana php sang framework.

Untuk membangun sistem berdasarkan framework ini kita hanya perlu mengisikan aplikasi kita pada folder pertama application. Setiap contoh konfigurasi ada dalam folder system/config, yang untuk lebih amannya kita salin ke dalam folder application/config untuk menjaga kebersihan berkas asli framework, kecuali bila Anda ingin menetapkan variabel tertentu untuk kemudahan (di luar tanggung jawab penulis dan pengembang framework, tidak disarankan). Dikecualikan untuk berkas konfigurasi application/config/config.php, telah ada di folder application/config karena ini merupakan konfigurasi inti.

Berikut konfigurasi yang ada pada application/config/config.php, yang merupakan konfigurasi inti :

/ *
* Pilihan, masing-masing merupakan variabel dalam array config :
* site_domain – domain dan direktori instalasi
* site_protocol – protokol yang digunakan untuk mengakses situs ini, biasanya HTTP
* index_page – nama depan Controller, dapat dihilangkan dengan penulisan ulang URL
* url_suffix – ekstensi yang akan ditambahkan ke semua URL yang dihasilkan
* internal_cache – apakah path untuk menyimpan file konfigurasi dan masukan seluruh permintaan?
* output_compression – mengaktifkan atau menonaktifkan output kompresi gzip
* global_xss_filtering – mengaktifkan atau menonaktifkan penyaringan deteksi penyerangan XSS pada semua masukan pengguna
* enable_hooks – mengaktifkan atau menonaktifkan hook.
* log_threshold – menetapkan batas logging
* log_directory – direktori untuk menyimpan log kesalahan
* display_errors – apakah akan menampilkan halaman kesalahan?
* render_stats – membuat statistik informasi di akhir halaman output
* extension_prefix – prefiks nama file ekstensi untuk pustaka
* modules – letak sumber daya extra (folder modules),
*/

Setelah konfigurasi ini apa yang akan kita buat? Saya akan menuliskannya pada kesempatan mendatang.

Referensi :
1. Naskah Konsep Dokumentasi Konfigurasi KohanaPHP

Kategori: /php

Tag: ,

4 Responses

  1. suwung says:

    aduh diriku gaptek… ngak bisa koment

  2. ipied says:

    pas tulisan konfigurasinya malah gak kebaca, warna fontnya di rubah aja biar kelihatan. baru bisa kebaca jelas kalo di blok 😀

Leave a Reply