Beberapa hari yang lalu saya mengikuti seminar, lebih tepatnya kursus, yang diadakan untuk menentukan langkah terakhir dalam kehidupan saya. Langkah terakhir yang akan saya ambil adalah berkeluarga dan ini adalah salah satu bekal dan juga syarat dalam persiapan saya memasuki kondisi yang baru tersebut.
Di sesi pertama, muncul pertanyaan “Apakah kamu mencintai pasanganmu?”. Lalu, muncul pertanyaan lain, “Apakah kamu pernah mempunyai kekasih dan berkata ‘aku mencintaimu’ pada dia/mereka (kekasihmu dulu)?”. Pertanyaan ini membuat saya harus mengingat lagi kenangan masa lalu yang mungkin sudah terlupakan. Pertanyaan ini harus dijawab dengan jujur, karena langkah terakhir ini menentukan tempat dimana saya harus hidup sampai akhir hayat saya.
Mungkin saya bisa mengelak, karena memang ini adalah hubungan berstatus saya yang pertama. Namun ini juga menjadi sebuah tanda tanya besar dalam diri saya, apakah saya pernah berkata ‘aku mencintaimu’ sebelumnya? * Bila ada yang merasa mohon langsung merespon, ya.. *
Selengkapnya… »
Hari ini saya merubah halaman awal web ini dengan menambahkan taut ke blog ini.
Saya masih belum memutuskan menjadi apa nantinya domain saya tersebut. Hanya saja saya merasa perlu untuk memberikan tautan kemari sehingga teman-teman saya dapat menemukan blog saya yang baru ini.
Perubahan yang saya maksud adalah dengan menambahkan sebuah link yang merupakan tautan ke google translate dengan tujuan mengartikan blog saya ini menjadi bahasa inggris sehingga komunitas pembaca saya bukan hanya dari dalam negeri. ;-)
Alasan perubahan? Saya hanya seorang pemalas yang menginginkan sesuatu secara instan. Karena dengan adanya translator dari google ini saya tidak perlu lagi menulis ulang artikel/tulisan saya dalam bahasa lain yang terus terang saya tidak menguasainya secara utuh.
Yah, semoga aku bisa menulis sesuatu yang berguna bagi semua. :-)
Saya hanya sekedar memperbaiki kesalahan saya saat mebuat tema kemarin dan memperbaiki tampilan agar sedikit lebih menarik *buat saya pribadi*.
Selanjutnya tema ini bisa diunduh di sini.
Serba hitam? Jangan kaget, saya tidak akan masuk dunia hitam kog. Saya hanya ter-sentil oleh perkataan teman saya yang lumayan centil.
Beliau ini menganjurkan untuk memakai tema yang simple dan tidak menggunakan banyak script agar pengunjung tidak terlalu lama menunggu. Selain itu, saya juga ingat akan bandwidth saya yang tidak terlalu besar. Dan ini adalah salah satu penghematannya.
Tema ini sebenarnya adalah tema classic pada wordpress yang saya ubah menjadi serba hitam, *tapi tulisannya tidak ikutan saya hitamkan, kog*
Mengapa saya memilih tema ini? Karena file-nya sedikit, simple, dan tentu saja kecil. Ukuran setelah dimampatkan dalam format zip adalah sebesar 19KB.
Sebenarnya ada satu lagi tema alternatif yang dibuat oleh teman saya yang brewok ini dengan hasil ubahannya saat renovasi. SlackBlocks? Yup, beliau adalah seorang pemalas slacker sejati. Dan saya ternyata tidak begitu tertarik dengan segala tipu daya kemalasan yang menggerogoti saya untuk menggunakan sesuatu milik orang lain. Saya ingin punya tema sendiri, paling tidak meng-aransemen sendiri.
Tema ini saya ubah masih seperlunya karena waktu yang sempit disela-sela bekerja. Jadi jangan tertawa setelah menggunakannya sebagai tema di blog Anda.
Unduh di sini.