Blog.YHT.Web.ID

Icon

Bosan adalah awal dari penciptaan perubahan.

R: Impor Data Ms Access

Beberapa waktu lalu saya harus melakukan pengolahan data, namun data yang diberikan adalah berupa format Ms Access. Bagi sebagian orang, format ini adalah format biasa dalam menyimpan data portabel, namun ini tidak biasa buat saya.

Dalam pengolahan data ini saya masih beruntung PC di kantor menggunakan Sistem Operasi Windows 7 yang merupakan produk dari perusahaan yang sama dengan Ms Access sehingga bisa dilakukan dengan mudah tanpa kendala. Kendala saya hadapi saat saya menggunakan sistem operasi lain, yang biasa saya pakai sehari-hari.

Kendala utama saya adalah impor data. Yang akhirnya saya selesaikan di mesin kantor dan menyimpannya dalam format Rdata. Lebih kurang saya menggunakan cara Dainius yaitu menggunakan paket koneksi RODBC. Saya salin tempel saja di sini.

library(“RODBC”) #load package
db< -file.path("C:/path/to/your/database.accdb") #connect database. #Note the UNIX style slash (/). "\" is "escape character" so all "\"you should replace either with "/" or "\\" channel<-odbcConnectAccess2007(db) #internal RODBC function dataSetName<-sqlFetch(channel,"TableName") #read particular table from Access database file.

Setelah itu saya bisa menyimpan dataSetName ke berkas Rdata yang bisa saya gunakan di mesin lain. Diolah atau dites dengan kebutuhan yang ada.

Buku Elektronik : R

Dalam mempelajari R, seringkali dihadapkan dengan manual atau buku berbahasa Inggris yang terpaksa, mau tidak mau, menggunakan kamus. Karena saya seorang pemalas, saya menanyakan buku yang mengenalkan R berbahasa Indonesia ke grup Belajar GNU R Indonesia di Telegram. Dan dari Pak Kris, saya mendapatkan informasi mengenai Pak Dasapta Erwin Irawan yang menggunakan R dalam proyeknya.

Dari dokumentasi beliau yang berjudul Introduction to R for computational chemistry student ITB, saya mendapatkan beberapa tautan buku-buku milik universitas. Salah duanya adalah :

Lumayan untuk belajar, tanpa harus pusing bolak-balik buka kamus.

Docker Image : Debian

Mengingat akan adanya kebutuhan pengembangan berbagai sistem dengan menggunakan docker, saya membuat repository debian di docker hub. Repository ini sebagai sistem dasar dalam pengembangan proyek yg saya pegang lainnya.

Pada unggahan awal ini saya hanya mengunduh dari official repository debian dan menambahkan nano. Hanya masalah pilihan, saya lebih nyaman menggunakan ini dari pada yang lain.

Perubahan lain akan menyusul seiring kebutuhan dasar sebagai tuntutan proyek yang lain.

Docker Registry Lokal

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan 2 (dua) VM dengan sistem operasi RHEL karena adanya support yang katanya telah dibeli. Namun karena tidak adanya akses internet langsung dan tidak adanya infrastruktur repository lokal dimana katanya yang empunya wewenang ada harga lagi untuk fitur ini, maka persiapan saya sejak sebulan lalu harus digunakan.

Langsung saja, akan saya tuliskan perintah yang saya pakai untuk membangunnya.

root@debian64:~# mkdir docker
root@debian64:~# cd docker
root@debian64:~# mkdir data
root@debian64:~# git pull registry:latest
root@debian64:~# docker run -d -p 5000:5000 –restart=always –name registry -v /root/docker/data:/tmp/registry registry:latest

Sudah. Titik.

Besok mengisi liburan dengan pull semua yang dibutuhkan untuk server dan di-push ke registry lokal saat masuk kantor.

Proyek KEREN! KEmandiRian ENergi.

Terinspirasi dari komentar Pak Utian, apa salahnya jika saya meneruskannya menjadi sebuah proyek pribadi di rumah.

Beberapa hari kemarin saya memesan sebuah panel surya beserta kontroler pengisi daya tenaga surya dari Opari@Tokopedia. Hari Sabtu kemarin paket tersebut datang, dan komentar Pak Utian di atas, ada pada status saya mengenai kedatangan barang tersebut. Proyek ini mungkin tidak akan sesegera mungkin dilaksanakan, tapi dengan kedatangan paket ini proyek percobaan mengenai kemandirian energi ini bisa saya mulai.

Apa yang sebenarnya mendasari saya memesan paket tersebut?

Selengkapnya… »